Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Seputar Hukum Demokrasi (Bagian Kedua)

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada bagian pertama, kita telah menyebutkan beberapa hal yang berkaitan dengan hakikat demokrasi dan penilaian Islam terhadap sistem hukum tersebut. Pada bagian kedua ini mari kita lanjutkan pembahasan mengenai hal tersebut. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kita pemahaman di dalam perkara agama kita dan kemauan untuk mengamalkannya.

Perintah untuk Mengikuti Hukum Syariat Islam

Seputar Hukum Demokrasi (Bagian Pertama)

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut ini kami akan menyampaikan sebuah pembahasan mengenai sebuah sistem hukum yang banyak diadopsi oleh berbagai negara, yaitu demokrasi. Kami akan mencoba untuk membahas tentang hukum demokrasi ini ditinjau dari pandangan hukum syariat Islam yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan yang dibawa oleh Rasul-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم . Agar tidak terlalu panjang dan memberatkan, maka tulisan ini akan kami bagi ke dalam dua bagian.

Hukum Merokok

بسم الله الرحمن الرحيم

Merokok adalah suatu perbuatan maksiat. Hukum merokok menurut pendapat yang paling kuat adalah haram. Hal ini disebabkan karena banyak sekali mudharat yang terkandung di dalam menghisap rokok. Di antara mudharat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Merokok bisa membawa pelakunya kepada kebinasaan dan penyakit yang berbahaya, yaitu kematian, kanker, serangan jantung, impotensi, dan berbagai penyakit berat lainnya. Sedangkan kita dilarang untuk membawa diri kita kepada perbuatan yang bisa membahayakan diri kita.

Masuk Surga Bukanlah karena Amal Semata

بسم الله الرحمن الرحيم

Kebanyakan kaum muslimin mengira bahwasanya yang menentukan seseorang itu masuk ke dalam surga ataukah tidak adalah ditentukan semata-mata dari amalannya. Artinya, apabila amalannya baik dan benar maka pastilah dia akan masuk surga.

Anggapan seperti ini sebenarnya tidaklah bisa disalahkan secara mutlak, dan tidak pula bisa dianggap benar secara mutlak pula. Sebabnya adalah karena adanya firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menerangkan bahwa amalan shalih merupakan penyebab masuknya kaum mukminin ke dalam surga. Di antaranya adalah firman Allah ta’ala:

Tafsir QS Al Mulk Ayat 2 Menurut Al Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah

بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Al Baghawi di dalam tafsirnya Ma’alimut Tanzil (8/176) ketika menerangkan tentang tafsir dari firman Allah subhanahu wa ta’ala yang berbunyi:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“(Allah-lah) yang menciptakan kematian dan kehidupan supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalannya. Dia adalah Al ‘Aziz (Maha Perkasa) Al Ghafur (Maha Pengampun).” [QS Al Mulk: 2]

Nabi Adam 'alaihissalam adalah Manusia Pertama

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimanakah dengan kebenaran teori yang menyatakan adanya manusia purba atau dinosaurus pada zaman dahulu kala? Padahal manusia pertama di bumi adalah Nabi Adam yang telah mempunyai akal pikiran. Saya tidak percaya dengan adanya manusia purba atau semacamnya. Mohon penjelasannya! Wassalamu’alaikum.