Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Tentang Ucapan "Masya Allah"

بسم الله الرحمن الرحيم

Apabila kita merasa takjub atau kagum terhadap sesuatu tentunya kita telah terbiasa mengucapkan kalimat "Masya Allah" (ما شاء الله). Tentunya kalimat ini jauh lebih baik daripada istilah-istilah lainnya yang sering digunakan orang seperti: buset, gila, wow, wah, alamak, dan lain sebagainya.

Namun, dalam pengucapan kalimat ini ada satu hal yang perlu diperhatikan. Hal tersebut adalah: ketika mengucapkan kalimat ini haruslah dipisah antara kedua kata tersebut (Masya [ما شاء] dan Allah [الله]) sehingga jelas, yaitu "Masya Allah". Kedua kalimat itu tidak boleh disambung dalam pengucapannya (yaitu: "Masyallah") karena artinya akan berubah jauh.

Kalimat "Masya Allah" artinya adalah: Apa yang Allah kehendaki. Sedangkan kalimat "Masyallah" (مشى الله) artinya adalah: Allah berjalan. Perhatikan perbedaan arti dari kedua kalimat ini yang sangat jauh yang diakibatkan oleh salahnya pengucapan. Oleh karena itu hendaklah kita lebih teliti dan berhati-hati di dalam hal ini.

والحمد لله رب العالمين