Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Makna Kata Ganti Jamak "Kami" pada Lafzhul Jalalah "Allah"

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Saya mau bertanya mengapa di dalam Al Qur`an Allah terkadang menyebutkan dirinya dengan menggunakan kata ganti tunggal (Aku) dan terkadang juga menggunakan kata ganti jamak (Kami) sedangkan jelas bahwasanya Allah itu hanya satu? Jazakumullahu khairan. Wassalamu’alaikum.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Penggunaan kata ganti jamak yaitu “Kami” untuk Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Al Qur`an bermakna sebagai pengagungan Allah terhadap diri-Nya sendiri dan bukan bermakna bahwasanya Allah itu lebih dari satu karena Allah ta'ala telah menegaskan di dalam Al Qur`an bahwasanya Dia itu adalah tunggal dan tidak ada duanya. Allah ta'ala berfirman:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah: “Dia-lah Allah yang Ahad (Maha Esa). Allah adalah tumpuan segala sesuatu. Dia tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.” [QS Al Ikhlash: 1-4]

Contoh penggunaan kata ganti jamak ini sangat banyak terdapat di dalam Al Quran, salah satu contohnya adalah perkataan Allah kepada nabi Musa صلى الله عليه وسلم :

قَالَ كَلَّا فَاذْهَبَا بِآيَاتِنَا إِنَّا مَعَكُمْ مُسْتَمِعُونَ

“Allah berkata kepada Musa: “Janganlah takut, pergilah kalian berdua dengan membawa tanda-tanda kekuasaan Kami. Sesungguhnya Kami bersama kalian mendengarkan (apa yang mereka katakan).” [QS Asy Syu’ara: 15]

وبالله التوفيق