Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Nabi Adam 'alaihissalam adalah Manusia Pertama

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimanakah dengan kebenaran teori yang menyatakan adanya manusia purba atau dinosaurus pada zaman dahulu kala? Padahal manusia pertama di bumi adalah Nabi Adam yang telah mempunyai akal pikiran. Saya tidak percaya dengan adanya manusia purba atau semacamnya. Mohon penjelasannya! Wassalamu’alaikum.

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh wamaghfiratuh.

Adapun teori yang menyatakan adanya manusia purba sebelum Adam, maka kita katakan bahwa hal ini tidaklah benar karena manusia pertama yang diciptakan oleh Allah adalah Nabi Adam ‘alaihissalam, bukan manusia purba yang merupakan hasil evolusi dari kera.

Dalil bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama dan diciptakan dari tanah adalah firman Allah ta'ala:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya permisalan Isa di sisi Allah adalah seperti permisalan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian mengatakan terhadapnya “Kun (jadilah)!”, maka jadilah dia.” [QS Ali Imran: 59]

Oleh karena itulah mengapa Allah mengatakan bahwa manusia itu tercipta dari tanah, yaitu karena bapak kita Adam tercipta dari tanah, meskipun kita selaku keturunannya tidak lagi diciptakan secara langsung dari tanah, melainkan dari air mani. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا

“Wahai manusia, jika kalian dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kalian. Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kalian sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) sampailah kalian kepada kedewasaan. Di antara kalian ada yang diwafatkan, dan (adapula) di antara kalian ada yang dipanjangkan umurnya sampai pikun supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulu telah diketahuinya.” [QS Al Hajj: 5]

Allah berfirman:

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ (7) ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (8) ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

“(Allah, Dialah) yang telah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati; (tetapi) kalian sedikit sekali bersyukur.” [QS As Sajadah: 7-9]

Untuk mengetahui peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah diciptakannya Adam ‘alaihis salam, silakan membaca Al Quran surat Al Baqarah ayat 30 dan seterusnya. Demikian. Wallahu a'lam.

وبالله التوفيق